Tempat Menikmati Rainbow Cake Beserta Daftar Harganya

in Wisata Kuliner

Tempat Menikmati Rainbow Cake Beserta Daftar Harganya

Pelangi-pelangi alangkah indahmu merah kuning hijau di… Apabila ditanyakan saat ini agaknya bait lagu anak-anak tersebut bakal berganti. Saat ini pelangi bukan hanya di langit, namun juga diatas piring. Lho mengapa? Hal tersebut tentu tak lepas dari fenomena rainbow cake atau kue pelangi yang sedang digemari masyarakat Ibu Kota dan beberapa kota di daerah lain.

Bak kacang goreng, kue beraneka warna menyerupai lembayung tersebut laku diserbu penggemarnya. Menurut kabar yang beredar kue bercitra semarak itu pertama tenar di Negeri Paman Sam, Amerika Serikat. Awalnya Kaitlin Flannery seorang mahasiswi di sana membuat cake enam lapis aneka warna untuk kejutan temannya. Sebagai anak gaul ia enggak lupa untuk mem-posting gambar kue unik buatannya ke media sosial miliknya.

Siapa sangka, melalui cara tersebut kue buatannya menjadi terkenal karena banyak orang yang menyukainya. Pada akhirnya acara talkshow populer di sana ‘The Martha Steward Show’ tahun 2010 mengundangnya untuk mendemonstrasikan cara membuat kue ciptaannya. Makin menggloballah reputasinya, hingga sekarang populer di Indonesia (www.resepmasakankuliner.com).

Rainbow cake memang memang telah menjadi tren baru di Indonesia dan juga diburu oleh banyak kalangan. Salah satu tempat yang menjadi target memburu rainbow cake adalah Parish Cake Shop yang terletak di Jalan Kyai Maja No 21, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tepatnya ada di seberang Rumah Sakit Pusat Pertamina.

Popi Herawati dari Parish Cake Shop mengatakan, fenomena rainbow cake memang sudah terasa di tokonya sejak Maret 2012. “Sejak Maret, rainbow cake banyak dicari pelanggan. Rata-rata penjualan kue itu sampai 10 loyang per hari,” tuturnya, beberapa waktu lalu. Popi menerangkan, rainbow cake merupakan kue jenis cake atau bolu lembut yang dibuat berlapis-lapis hingga enam tingkat dengan warna yang berbeda. “Di antara lapisan tersebut diisi lagi dengan olesan krim keju lembut dengan rasa buah-buahan, seperti stroberi atau lemon,” tuturnya.

Untuk kue di tempatnya, rasa stroberi yang digunakan. Kemudian pada bagian luar kue dilapisi kembali dengan krim keju hingga menyelimuti seluruh permukaan dan tak lupa ditambah bulir-bulir gula aneka warna. Adapun warna yang bisa digunakan dalam cake-nya adalah merah, oranye, kuning, hijau, biru, serta ungu.

Penampilan cake yang aneka warna, serta rasanya yang segar karena mengambil ekstrak buah menjadikan kue tersebut dapat diterima masyarakat dari berbagai kalangan. “Kuenya menarik dan juga rasanya segar. Makanya dari anak kecil sampai orangtua suka,” ujar Popi. Adapun mengenai pewarna Popi mengaku menggunakan pewarna makanan yang aman untuk dikonsumsi. “Itu pun kami hanya pakai sedikit. Makanya dibanding dengan rainbow cake kebanyakan, kue di sini warnanya lebih lembut,” ujar Popi.

Gula yang digunakan dalam pembuatan kue pelangi di tokonya pun tidak terlalu banyak karena tidak baik untuk kesehatan. Untuk membuktikan ucapan Popi, saya pun memesan satu potong rainbow cake ala Parish Cake Shop. Setelah menunggu sesaat rainbow cake pesanan pun segera datang di atas meja. Dipotong dengan bentuk segitiga, kue tersebut bertinggi sekitar 8 sentimeter. Lapisan krim berwarna putih nampak menyelimuti lapisann bolu berwarna-warni dengan sempurna. Di bagian atas buliran bola gula beraneka warna menjadi garnish yang manis melengkapinya. Merah, oranye, kuning, hijau, biru, dan ungu itulah warna kue di hadapan saya.

Tekstur kue menyerupai bolu. Dari soal warna terbukti memang tidak terlalu tajam rasanya. Ini menandakan sedikitnya penggunaan pewarna namun tetap cantik dan manis tanpa menimbulkan was-was. Pastinya penampilan aneka warnanya memesona. Saat dirasa, perkiraan saya meleset tentang tekstur bolu yang terlihat kasar. Setelah dicoba, ternyata tekturnya lembut dan sangat bersahabat. Bulir cake-nya terasa namun sama sekali tak membuat seret tenggorokan.

Krim kejunya begitu lembut dangan rasa khas keju yang halus dan manis yang minimalis. Rupanya informasi Popi bukan rekayasa tentang penggunaan gula yang tidak berlebihan. Dalam krim tersebut terasa segar buah stroberi. Ketika semua dipadu jadi satu terasa sangat matching dan nikmat.

Rainbow cake ala Parish Cake Shop seharga Rp 37.500 per potong. Sedangkan jika membeli per loyang, untuk ukuran 16′ Rp 275.000, ukuran 20′ Rp 375.000, lalu untuk ukuran terbesar 30′ seharga Rp 550.000.

Pesona rainbow cake juga dapat kita temui di gerai Michele’s Patissiere yang terletak di Lower Ground, Central Park, Jakarta Barat. Diakui pihak franchise gerai kue dan kopi asal Australia tersebut, cake aneka warna tersebut memang menjadi tren dan penjualannya terus mengalami peningkatan. Mereka mengakui per hari dapat menjual 20 loyang rainbow cake. “Bahkan pada akhir pekan bisa mencapai 35 loyang,” ujar Rico Matondang, Barista Michele’s Patissiere.

Ia pun tak menampik jika warna-warni yang tersaji pada rainbow cake menjadi daya pikat utamanya. Namun ia menjelaskan soal rasa lezat yang tersaji pada baluran krim keju yang menyelimuti dan melapisi cake-nya menjadi pengikat pamungkas yang membuat orang jatuh cinta pada hidangan tersebut. Rico menjamin cake yang dihasilkan gerainya merupakan produk berkualitas tinggi. Ia pun menyadari banyak kosumen yang khawatir akan tampilan warna yang tajam dan meriah dalam cake-nya, tetapi jaminannya adalah semua aman untuk dikonsumsi. “Untuk pewarna kami menggunakan pewarna yang sesuai standar food grade yang berlaku. Saya jamin aman untuk dikonsumsi,” tuturnya.

Produk kue pelangi yang dihasilkan Michele’s Patissiere tersebut diakui Rico rendah akan kandungan gula. Oleh karenanya produk tersebut menjadi aman buat penderita kencing manis maupun manula. Berbeda dengan rainbow cake kebanyakan yang menambahkan perisa buah dalam campuran krim kejunya, Michele’s Patisseries memilih untuk menggunakan krim keju murni untuk kuenya. “Banyak yang bilang cheese cream (krim keju) kami lebih creamy. Mungkin karena kami pakai rasa orisinal keju,” kata Rico.

Saya pun pesan rainbow cake lagi. Setelah tiba terlihat rainbow cake andalan Michele’s Pattisrie tersaji lebih dingin dibanding sebelumnya. Hal tersebut dapat dirasakan dari tekstur krim keju pada toping terasa lebih beku, meski sama sakali tidak merintangi saat dinikmati. Butiran permen gula warna-warni juga tampak menghias tampilan, bedanya di sini menggunakan butiran yang lebih besar.

Rainbow cake ala Michele ini pun menggunakan enam lapisan aneka warna, merah, oranye, kuning, hijau, biru, dan ungu. Bedanya tampilan warna pada rainbow cake olahan Michele’s tampak lebih tajam dan terang dibanding produk sebelumnya. Olesan krim keju bagian atasnya pun sedikit lebih tebal. Meski tidak berlebihan, rasa manis cake terasa sedikit lebih menendang dibanding dengan yang disajikan Parish Cake Shop.

Tekstur kuenya pun cukup lembut terjaga, tak kalah jauh dari sebelumnya. Paduan krim keju yang nampak orisinal tanpa campuran perisa apa pun menjadikan hidangan ini terasa sangat creamy. Satu potong rainbow cake di Michele’s Pattiseries tersebut dihargai Rp 25.000. Untuk loyang berukuran 22 sentimeter seharga Rp 285.000.

KUE cantik ini sedang banyak diburu masyarakat perkotaan. Nyaris semua toko kue kini menjualnya. Bahkan, ada yang harus pesan tiga hari sebelumnya hanya untuk menyantap kue tersebut.

Tampilan rainbow cake atau kue pelangi memang cantik menggoda. Lapisan warna-warna cerah, seperti merah, kuning, hijau, dan biru memang mudah membuat siapa saja yang melihatnya jadi tergiur mencicipinya. Konsep warna pelangi “mejikuhibiniu” inilah yang membuat kue ini cepat populer sekaligus digemari. Di Jakarta, kue ini sebenarnya sudah ada sekitar 5–6 bulan yang lalu. Namun, baru sekitar dua bulan terakhir, kepopulerannya melonjak drastis. Di media sosial Twitter, kue ini tak asing lagi jadi pembicaraan tweeps.

Para pemilik toko kue pun berlomba lomba menangkap tren ini dengan mulai menyediakan rainbow cake di gerai mereka. Mulai dari toko kue yang berdiri sendiri, seperti Dapur Cokelat dan Souly Butter Kitchen (Kemang), toko yang berada di dalam mal seperti Michel’s Patisserie (Central Park) dan Bluegrass (Epicentrum Walk), yang ada di hotel seperti The Bakery, Resto Café One (The Park Lane Hotel, Kuningan), sampai toko online seperti cupcakesjakarta.com.

Para pengelola toko kue yang menyajikan kue cantik ini rata-rata mengaku bahwa rainbow cake memang tengah diburu masyarakat. Di Cheese Cake Factory misalnya, dalam sehari rata-rata 200 potong rainbow cake ludes terjual. “Itu juga baru yang diameternya 20x20cm saja. Belum yang 30×30 atau yang 40×60,” kata Executive Chef Cheese Cake Factory, Idham Mirwan.

Tak beda jauh dengan yang dirasakan Ratna Tatiana Dewi, marketing di cupcakesjakarta.com. Selama empat bulan menjual kue ini, Ratna mengaku cukup kewalahan memenuhi pesanan pelanggan. “Permintaannya langsung banyak sekali. Ada yang beli per slice. Namun, kalau mau yang full cake harus memesannya tiga hari sebelumnya,” ujar dia. Begitu populernya kue ini, rekan Ratna di bagian produksi, Vina Tanya, mengaku ada yang memesan rainbow cake di cupcakesjakarta. com dengan diameter 80 cm seharga Rp5,5 juta. “Kalau sudah tren, harga tidak jadi masalah,” kata Vina.

Selain sedang tren, para pemilik toko kue juga cukup kreatif dalam melakukan improvisasi dalam pembuatan kuenya. Bisa dibilang, setiap toko kue pasti punya ciri khas rainbow cake versi mereka sendiri. Di cupcakesjakarta.com misalnya, meski tampilan dasarnya sama, yaitu lapisan warna putih polos, dengan lapisan tujuh warna di dalamnya, namun mereka menambahkan cake vanilla dan frosting twist marrine butter cream. “Kalau di cake shop kebanyakan yang digunakan hanya bolu,” ungkap Ratna.

Variasi rainbow cake juga dilakukan Cheese Cake Factory. Toko ini dengan berani hanya menggunakan tiga warna untuk kuenya, yaitu warna merah muda, kuning, dan hijau. “Walaupun orang bilang ini bukan rainbow cake, tapi kita bilang ini rainbow,” kata Idham. Adapun yang membuat beda lagi, rainbow cake ini dibalut dengan cheese cream berwarna putih di setiap layer dan di permukaannya, dengan pemanis buah jeruk dan stroberi. Jadi, cheese cream-nya tidak menutupi seluruh bagian kue. “Krimnya menggunakan cheese cream karena kita kan cheese cake factory jadi unsur cheesenya tidak kita hilangkan,” tambahnya.

Kalau sudah jadi tren dan banyak variasi seperti ini, tentunya masyarakat akan semakin penasaran dengan rainbow cake. Coba saja lihat Dina dan Brigitta, dua sahabat sedang menikmati rainbow cake di Cheese Cake Factory. Keduanya mengaku tertarik mencicipi kue cantik tersebut karena banyak orang yang membicarakannya.

“ Awalnya karena ikutan tren. Tapi pas nyobain ternyata enak, akhirnya keterusan,” ujar Brigitta. Namun, Dina mengaku tak semua rainbow cake terasa enak. Dia pernah membeli rainbow cake yang tampilannya menarik, tapi ternyata rasanya tak terlalu enak. “Kalau yang tampilannya biasa aja malah kadang enak,” katanya. Enak tidak enak, yang penting merasakan dulu seperti apa rainbow cake. Seperti kata Vina, karena kue ini sedang tren, maka banyak orang merasa wajib mencicipinya, setidaknya sekali seumur hidup.

“Terlepas dari rasa rainbow cake itu enak atau tidak, menurut saya, banyak orang memesan kue ini karena memang sedang tren saja,” ungkap Vina. Idham pun setuju dengan Vina. Menurut dia, kebiasaan di Indonesia, jika ada sesuatu yang sedang tren, semua orang pasti akan penasaran dan memburunya. Tak peduli soal harga atau rasa, yang penting ada kepuasan saat akhirnya berhasil merasakan sendiri sesuatu yang tengah jadi bahan perbincangan masyarakat. “Rainbow cake itu sebenarnya sudah lama kita kenal. Hanya kita pakai bahasa layer cake. Nah, yang hebat adalah yang memopulerkan kue ini dengan nama rainbow, jadinya terkesan unik dan membuat penasaran,” ujar Idham

Ada yang berbeda dari Red Velvet milik toko kue Union yang berlokasi di pusat pertokoan Sogo, Plaza Senayan, Jakarta. Jika lazimnya kue berwarna merah ini tampil dengan topping putih polos, Red Velvet di Union justru disajikan berbalut tumbukan kacang mede. “Baru Union yang memiliki keunikan ini,” ujar Ariani Boedi Mranata, Marketing Communication Union. Keunikan lain, Union tidak latah menyediakan Rainbow Cake yang sedang populer itu. “Karena pembuatan Rainbow Cake harus memakai pewarna makanan, makanya kami tidak menjualnya. Union memang tak mau menggunakan pewarna sintetik,” tutur Ariani sambil menambahkan, “Red Velvet kami diwarnai dengan buah bit.”

Dalam sepotong kue Red Velvet, ada empat lapis cream cheese dan tumbukan kacang mede. Menariknya, meski ditambahi tumbukan kacang, setiap lapis Red Velvet Union terasa lembut di lidah. Kelezatan inilah yang membuat Union berani mematok harga lumayan tinggi, yakni Rp 50 ribu per slice. “Kalau take away, harganya Rp 55 ribu. Sedangkan cake dengan diameter 24 x 24 cm, harganya Rp 528 ribu,” imbuh Icha dari bagian penjualan.

Union sebenarnya sudah mengeluarkan menu Red Velvet sejak Agustus 2011 lalu. Namun saat itu Red Velvet memang belum booming. “Paling sehari habis satu loyang,” katanya. Kini setelah nama Red Velvet meroket, “Sehari bisa habis 40-45 loyang. Ini belum termasuk pesanan yang masuk beberapa hari sebelumnya.” Saking larisnya, Union sampai harus memberlakukan pembagian waktu sebanyak tiga kali dalam sehari. “Keluar pertama jam 11.00, kedua jam 16.00, dan malam jam 19.00. Itu pun semua habis. Awalnya hanya dikeluarkan jam 11.00 saja, ternyata banyak yang protes karena pas makan malam tidak kebagian.”

Deret antrian ini semakin bertambah di akhir pekan. “Sering kali antrian membludak. Karena itu, kami berencana menambah lagi jumlah pembuatan kue dalam sehari.” Rainbow cake alias kue pelangi kini tengah digandrungi lantaran penampilannya yang cantik. Warna-warni cerah pada setiap lapisannya begitu menggoda, dan menyimpan cerita kelahirannya tersendiri. Bisa dibilang, kue yang telah ada di Indonesia sejak lima hingga enam bulan ini mampu membuat masyarakat terpesona akan bentuk serta rasanya. Namun, pernahkah Anda menelisik fakta-fakta di balik kelezatan serta lahirnya rainbow cake? Ternyata tidak hanya rainbow cake, di Indonesia juga terdapat rainbow gradation cake, mousse rainbow, pudding rainbow, hingga cookie rainbow yang diproduksi oleh toko kue NY. Liem.

Kue sejenis rainbow cake ini nyatanya sudah ada di Jakarta sejak 1900an. Saat itu, komunitas Italia membuat kue dari warna bendera Italia sehingga dikenal dengan nama seven layer cake atau Italian flag cake. Hampir sebagian besar pewarna yang digunakan dalam rainbow cake bukanlah pewarna alami. Jadi, berhati-hatilah demi kesehatan Anda. Di Italia, kue ini dikenal dengan nama napoleon cookies, seven layer cookies, venetian cookie, Italian flag cake, dan tricolor cookies.

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google

Leave a Comment

Previous post:

Next post: