Wisata Kuliner Kepiting Mangunharjo

Tambak-tambak Mangunharjo, Kecamatan Tugu, yang kini dikembangkan budidaya kepiting diharapkan bisa mengarah pada pengembangan kuliner khas. Selain memperluas pengembangan usaha tambak kepiting, pengembangan daerah berbasis wisata dinilai mendongkrak nilai tambah usaha itu.

Wali Kota Sukawi Sutarip mengatakan, klaster kuliner merupakan bisnis yang cepat berkembang. Bila dikelola baik maka bukan tidak mungkin untuk menjadi daerah tujuan wisata. Apalagi produksi kepiting yang berlimpah menjadikan pasokannya terjaga.

’’Kalau klaster pemancingan kolam ikan sudah banyak. Sementara klaster kepiting belum ada. Padahal, menu ini banyak peminatnya,’’ katanya, Jumat (23/1).

Sukawi mengatakan, kondisi usaha tambak yang dikelola kelompok petani itu memang masih sekadar produksi kepiting. Kondisinya pun masih panas karena tidak ada pohon peneduh. Sehingga perlu pendampingan untuk bisa dipoles lebih baik. Misalnya, tata cara penyajian serta penataan tempat makan.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Semarang, Ida Purnomowati mengatakan, instansinya siap membantu pengembangan usaha tambak kepiting. Selama ini bentuk bantuan yang telah diberikan berupa pendampingan teknologi pemeliharaan kepiting.

Ia optimistis, di masa mendatang usaha ini semakin berkembang. Apalagi pasar ekspor juga siap menampung produksi kepiting para petani. Selain itu, lokasi Mangunharjo juga strategis. Akses jalan menuju lokasi mudah. Selama ini pengembangan usaha di kawasan lebih mengarah ke perindustrian. ’’Diupayakan pengembangan tambak ini bisa terpadu. Selain produksi, juga pemasaran dan pengolahannya,’’ paparnya.
Satu Kuintal Ketua Kelompok Petani Mina Karya Utama, Abdul Aziz mengatakan, produksi tambak mencapai 1 kuintal/ petak. Keuntungan pengembangan kepiting ini karena masa panen yang lebih cepat, yakni hanya 25 hari sudah bisa panen. Pembeli kepiting ini memang masih lokal, yakni hotel dan rumah makan.
’’Sekarang ada 5 petak yang dipanen. Cukup menghasilkan bagi petani dengan keuntungan 100%,’’ katanya.

Aziz memaparkan harga jual kepiting saat ini mencapai Rp 130 ribu/kg untuk betina dan Rp 60 ribu/kg untuk jantan. Ukuran 1 kg berisi 2-3 ekor kepiting. Per petak, petani membutuhkan bibit senilai Rp 2,9 juta. Usaha yang telah dijalankan kelompok petani tiga tahun terakhir memiliki tingkat kegagalan yang terbilang rendah, yakni 7%.

Topik Terkait

Wisata Kuliner
Subscribe